NPM : 210104190050
Judul :
B. Pembahasan
NAMA
: TASYA CHANDRA MUSTIKA
SEMESTER
: 1
KELAS
: B
MATA
KULIAH : DASAR PENULISAN MULTIMEDIA
Ide :
Kemacetan Kota Bandung
Topik :
Mengkritisi lambatnya gerak pemerintah kota dalam menangani kemacetan yang terjadi di berberapa ruas jalan utama. Menurut Asian Development Bank (ADB), Bandung menjadi kota termacet di Indonesia, bukan Jakarta. Bandung berada di ururtan ke-14 pada tingakat Asia, sedangkan Jakarta di urutan ke-17. Pemkot Bandung mencoba mempercepat pembangunan pelebaran jalan dan jalan layang di jalan-jalan utama, namun dampaknya sangat besar pada arus lalu lintas di beberapa titik kota Bandung.
Tesis :
Program pembangunan jalan layang dan pelebaran jalan di beberapa titik kota Bandung dinilai oleh warga menjadi penyebab kemacetan. Padahal pemerintah kota sedang mempercepat pembangunan agar kemacetan segera teratasi. Namun, serentaknya jadwal pembangunan di beberapa titik ini menjadi penyebab utama kemacetan. Adanya fase dimana jalur jalur di dalam kota akan mengalami kepadatan dan perubahan arus serta rekayasa arus lalulintas yang tidak seperti biasanya.
Bandung Kalahkan Jakarta Sebagai Kota Termacet
Kerangka karangan :
A. Pendahuluan
• Mengapa Bandung menjadi kota termacet
• Tanggapan pemerintah akan peringkat Bandung sebagai kota termacet ke-14 tingkat Asia
B. Pembahasan
• Akibat kemacetan di kota Bandung
• Pengaruh dari pembangunan jalan alternatif terhadap lalu lintas di kota Bandung
• Manfaat pembangunan jalan alternatif
C. Penutupan
• Respon masyarakat bahwa Bandung sebagai kota termacet di Indonesia
• Upaya pemerintah untuk mengurangi kemacetan di Bandung
D. Referensi
https://jabar.tribunnews.com/2019/10/10/bandung-kota-termacet-di-indonesia-kalahkan-jakarta-apa-kata-gubernur-jawa-barat-ridwan-kamil
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191007205754-20-437595/bandung-kota-termacet-se-indonesia-ragam-solusi-disiapkan
https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4736582/bandung-kota-termacet-di-indonesia-dprd-pemkot-gagal
BANDUNG KALAHKAN JAKARTA SEBAGAI KOTA
TERMACET
Kemacetan lalu lintas di Kota Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung merupakan salah satu kota terbesar penduduknya di Indonesia sehingga tak aneh bila di kota ini mempunyai berbagai permasalahan – permasalahan yang tak kunjung beres, salah satu permasalahan yang sedang menerpa kota Bandung yaitu masalah kemacetan. Di tingkat Asia, Bandung berada di urutan ke-14 kota termacet. Sementara itu, DKI Jakarta berada di urutan ke-17, lalu Surabaya di urutan 20.
Kemacetan di kota Bandung terjadi karena jumlah penduduk yang tinggal atau yang melakukan aktivitas di kota ini meningkat, tercatat ada tambahan 1,2 juta jiwa penduduk setiap harinya . Saat siang hari ada 3,7 jiwa yang beraktivitas dan malam hari terdapat 2,5 jiwa. Terdapat tambahan penduduk 1,2 juta jiwa yang bertempat tinggal di luar kota Bandung untuk melakukan aktivitas rutinnya seperti bekerja atau sekedar berkunjung untuk rekreasi.
Menangggapi itu, Yana Mulyana sebagai Wakil Wali Kota Bandung berpendapat bahwa pemerintah Kota Bandung cukup kesulitan dalam memperbaiki permasalahan kemacetan ini, karena kota Bandung telah melebihi kapasitas penduduk, menurutnya sulit memperbaiki kemacetan jika terdapat 1,2 juta penduduk yang tinggal.
Kebanyakan masyarakat kurang akan kesadarannya dalam menggunakan transportasi umum, dan kurangnya pemerintah dalam menyediakan transportasi yang berkualitas bagi para masyarakat yang akhirnya masyarakat memakai kendaraan pribadi sehingga membuat jalanan menjadi macet.
Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah mengupayakan pembuatan jalan untuk membantu mengurangi kemacetan ,yaitu dibuatnya beberapa alternatif jalan layang dan memperbaiki transportasi di kota Bandung. Namun yang sedang berlangsung saat ini yaitu dibuatnya jalan laying (fly over) sebagai jalan alternative.
Saat jalannya pembangunan banyak masyarakat yang mengeluh akan kemacetan yang terjadi dua kali lipat dari sebelumnya, hal ini pasti akan terjadi karena beberapa jalur ditutup dan terjadi penyempitan jalan untuk berlangsungnya pembangunan. Walau telah dibuatnya rekayasa jalan yang tadinya hanya satu jalur menjadi dua jalur, namun beberapa masyarakat ada yang belum mengetahui akhirnya jalan menjadi macet, terlebih ketika waktu pagi dan sore ketika masyarakat akan melakukan aktivitas dan menyelesaikan aktivitas dapat dipastikan jalan akan menjadi padat sampai tidak dapat maju sedikitpun.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pernyataan dari Asian Development Bank (ADB) Bandung merupakan kota termacet di Indonesia menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat, Ridwan Kamil akan mengajukan dana untuk pembangunan transportasi yang memadai untuk dipakai oleh Masyarakat di kota ini, menurutnya pemerintah pusat akhir – akhir ini lebih memperhatikan Jakarta saja ketimbang kota – kota lain yang mempunyai permasalahan yang sama seperti kota Bandung. Ridwan kamil mengaku sudah meminta agar pemerintah pusat memaksimalkan transportasi di kota Bandung, Depok , dan Bekasi.

Komentar
Posting Komentar